Bacaan ini menampilkan sisi lain dari Yesus yang biasanya dikenal sebagai pribadi yang lembut, penuh kasih sayang dan damai. Ketika memasuki Yerusalem, Yesus melihat para pedagang lembu, kambing, domba, dan merpati berjualan di Bait Allah. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari sana.

Cambuk merupakan alat yang digunakan untuk “memukul”.  Cambuk tidak asing bagi saya, karena hampir selalu melihatnya ketika orang-orang bermain pacuan kuda. Cambuk akan mereka gunakan untuk memberi isyarat kepada kuda untuk melakukan perintah sesuai dengan keinginan penunggangnya. Pada umumnya cambuk terbuat dari jalinan serat tumbuhan, benang atau kulit binatang yang diikat pada batang kayu yang kuat dan kaku atau juga fleksibel. Fungsi utama cambuk adalah untuk mengendalikan hewan, menimbulkan rasa sakit, juga sebagai hukuman fisik atau penyiksaan.  

Tindakan membuat cambuk dan mengusir para pedagang yang dilakukan Yesus kiranya tepat sesuai konteks yang ada. Yesus tahu cara yang tepat, yang sesuai dengan situasi yang kita hadapi. Dalam hidup ini, terkadang ada banyak tantangan, penderitaan dan kesulitan baik fisik, psikis maupun rohani. Mungkin juga tanpa sadar kita pun membawa kambing, lembu, domba dan merpati di hadapan Tuhan pada situasi yang tidak tepat. Kita perlu “cambuk Yesus” yang cocok untuk membebaskan kita. Jangan pernah lelah dan berharap kepada Yesus karena Ia sanggup membebaskan kita kapan saja.

 

Sr. Yosefina Fobia, M.C.

Tambahkan Komentar Anda