“Tidak ada yang kebetulan dalam panggilan. Sekecil apa pun dan seremeh apa pun kejadian dalam hidupmu yang mengantarmu sampai pada panggilan, dan semua yang kamu alami dan yang akan kamu alami dalam panggilanmu, semua adalah rencana dan campur tangan Tuhan.”

Demikian seorang suster senior, pembimbingku saat novis, menasehati dan menyemangatiku kala itu. Sepanjang perjalanan penggilanku, kata-kata ini menjadi refleksi yang terus menerus, memberiku kesadaran bahwa semua telah menjadi rencana dan kehendak Allah. Seperti kata Beata Maria Ines, “Aku adalah buah pikiran Allah”. Aku berada di sini, saat ini, dan dalam panggilan khusus yang indah ini, hanya karena rencana dan kehendak Allah.

 

Sr. Yuli Parande, M.C.

 

Salib, inilah hal pertama yang membuat saya jatuh cinta pada panggilan hidup membiara yang sangat istimewa ini. Perjalanan hidup membiara selalu saya ibaratkan seperti mengarungi samudera, yang terkadang terhempas badai dan mengakibatkan perahu kecil ini harus senantiasa bersandar pada dermaga cinta. Salib itulah yang menjadi sumber kekuatan dan motivasi saya dalam menapaki panggilan ini. Dalam perjalanan panggilan yang terkadang sulit karena kemanusiaan yang lemah ini, saya pun terkadang jatuh. Seperti perasaan yang rindu untuk berada bersama keluarga saat menjalankan perutusan, membutuhkan pengorbanan lebih. Namun dari salib saya menimba kekuatan dan semangat. Melalui penyerahan dan pemaknaan misteri salib, kekuatan dan semangat saya kembali membara. Salib tak mungkin saya hindari, namun bersama sang Nahkoda Cinta, Yesus Maharahim, saya percaya dapat melewati badai yang terkadang datang.

 

Sr. Amanda Tiara, M.C.

 

Pengalaman saya yang paling berharga selama menjalani masa formasi ini yaitu di masa postulan, saya mengikuti Kursus Bina Awal (Kubina), dan di masa novisiat, saya mengikuti Kursus Gabungan Novis (KGN) di kota Yogyakarta. Saya merasa kegiatan-kegiatan ini sangat berguna dan dapat menjadi bekal untuk menjalani hidup panggilan sebagai seorang religius kelak.

Selain mendapatkan bekal-bekal tersebut, saya pun mendapatkan rahmat-rahmat yang luar biasa dari Tuhan melalui kegiatan ini, salah satunya saya dapat kembali ke kota asal saya dan bertemu dengan anggota keluarga di sana. Ini rahmat yang sangat berharga bagi saya: mendapatkan ilmu, pengalaman, sekaligus dapat melepas rindu dengan keluarga di kampung halaman.

 

Christiana Adventera (Novis Suster MC)

 

Saya merasa bahwa panggilan hidup membiara adalah suatu misteri cinta Allah, karena sampai sekarang saya belum mengerti mengapa saya mau menjadi seorang biarawati secara khusus dalam kongregasi Misionaris Claris. 

Saya berasal dari keluarga katolik yang biasa dan sederhana. Kami sekeluarga ke gereja hanya pada hari Minggu dan Hari Raya Natal serta Paskah. Ketika kelas tiga SD, saya mempersiapkan diri untuk menerima Komuni Pertama. Dalam hati, saya merasa sangat senang walaupun saat itu saya belum mengerti makna Sakramen Ekaristi dan sakramen-sakramen lainnya. Yang saya tahu, pada saat menerima Komuni Pertama kami wajib memakai pakaian berwarna putih. Setelah selesai Misa, kami semua pulang ke rumah masing-masing dan tidak ada yang mengadakan syukuran atau pesta seperti kebiasaan di Flores saat ini,  bahkan kami masih sempat bermain bersama teman-teman di lapangan sepak bola dengan berbusana baju warna putih.

Beberapa minggu kemudian, saya memberitahu kepada orangtua bahwa saya mau menjadi suster. Mereka semua kaget karena waktu itu saya belum pernah melihat suster, bruder, frater, kecuali imam kalau datang ke desa kami untuk mempersembahkan Misa. Orangtua saya hanya diam, mungkin mereka memikirkan bahwa pemberitauan saya hanya merupakan hayalan seorang anak kecil.

Setelah itu, saya melanjutkan pendidikan di SMP dan SMA,  dan anehnya,  keinginan menjadi seorang suster selalu menggema dalam hati dan pikiran saya. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk menjadi Suster Misionaris Claris, dan sekarang sudah 29 tahun hidup dalam kaul-kaul kebiaraan.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuan-Mu, ya Tuhan, terlalu tinggi untuk kupahami (Mzm. 138).

 

Sr. Yosefina Duri, M.C.

2 Comments

  • Posted April 21, 2024 9:17 pm
    by
    Vinsensia Marry

    singkat aja sus, Tuhan kalau memang takdir saya terpanggil, lakukanlah semua sesuai kehendak mu.

    • Posted April 27, 2024 9:44 am
      by
      maines

      Tuhan pasti melakukan kehendak-Nya. Tinggal dari pihak yang dipanggil, mau menanggapi dengan gembira. Tetap berdoa ya…

Tambahkan Komentar Anda