Melalui jalan salib, Tuhan Yesus berkata kepadaku ..…

Dalam rangka menuju peringatan 50 tahun Pemberkatan Rumah Novisiat Suster Misionaris Claris di Madiun, kami mengadakan beberapa rangkaian kegiatan, di antaranya Visualisasi Jalan Salib oleh siswa-siswi SMK Santo Bonaventura I, Madiun. Seturut arahan dari sutradara,  sdri. Tera (Novis), latihan-latihan dilakukan di luar jam belajar para siswa, yaitu pada jam pulang sekolah dan hari Sabtu. Sehari sebelum pelaksanaan Visualisasi, Sr. Paulina, M.C., yang mendampingi para siswa memberikan siraman rohani, mengajak untuk memaknai peran masing-masing.

Tepat pada hari Sabtu, 23 Maret 2024, sebelum memulai perarakan, para suster bersama para pemeran Visualisasi Jalan Salib bersatu hati dan mempercayakan jalannya acara ke dalam tangan Tuhan. Sr. Wiwik, M.C. membuka dengan doa yang diakhiri dengan memohon juga perlindungan dari Santo Bonaventura dan Beata Maria Ines. Dengan saling menumpangkan tangan, para suster dan pemeran serentak berteriak: “Semua untuk Yesus, Maria dan jiwa-jiwa!”

Tuhan melihat usaha dari masing-masing pribadi, sehingga Visualisasi berjalan baik dan mampu membawa umat turut serta merasakan penderitaan Yesus yang disiksa, diludahi, dan dimahkotai duri. Umat Allah ikut serta dalam perarakan jalan salib, mengantar Yesus menuju puncak Golgota.

Selama mengikuti perarakan itu, saya teringat akan pesan Yesus, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salib setiap hari dan mengikuti Aku”. Kata-kata ini juga meneguhkan setiap orang yang meskipun harus menderita, banyak mengalami penganiayaan, tidak putus asa, namun tetap bangkit dan selalu berjalan bersama Yesus, karena “barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat. 10:38). Demikian pun pemberian diri dari setiap orang yang mengikuti perarakan dalam jalan salib ini, meski panas terik matahari menusuk kulit, tetap tekun berjalan sampaai di bukit Golgota. Satu pesan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah: pikullah salib-salib kita dengan kepala tegak, namun tetap dengan hati yang merendah kepada Tuhan.

Terimakasih Tuhan untuk semuanya, atas penyertaan-Mu mulai dari persiapan sampai dengan hari pelaksanaanya, semua berjalan lancar dan para siswa mampu memerankan dengan sangat luar biasa. Semoga kami selalu ingat akan kalimat ini: “Berikan yang terbaik bukan supaya kita mendapat tepuk tangan, tetapi hanya untuk membawa semua orang pada pertobatan sejati, terutama dalam saat-saat memasuki pekan suci ini.

Selamat merenungkan kisah sengsara Tuhan, dan semoga membawa kita dalam kesadaran untuk senantiasa melakukan pertobatan sejati, dan tidak membiarkan diri kita juga ikut menyalibkan Yesus serta memaku tangan dan kaki Yesus karena kejahatan dan dosa kita.

 

Getrudis Triance Riti (Novis Suster MC)

Tambahkan Komentar Anda