SD Kanisisus Nglinggi sebagai salah satu karya pendidikan yang berada di bawah bimbingan para Suster Misionaris Claris, bertekad memberikan pelayanan bagi peserta didik, bukan hanya akademik namun juga membangun karakter mereka untuk menjadi pribadi yang berjiwa misioner. Sebagai bagian dari Gereja, SD Kanisius Nglinggi membantu membangun generasi Gereja sekaligus generasi Indonesia yang profesional dan berkarakter.
Untuk mempersiapkan peserta didik kelas VI, yang merupakan jenjang terakhir di sekolah dasar, agar semakin teguh melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi, Tim Kerohanian dan Kesiswaan mengadakan retret dengan tema “Bertumbuh, Berbuah, dan Berdampak”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 – 3 Februari 2024, di Wisma Salam – Muntilan dengan fasilitator Sr. Vianney, SPM. dan Kak Nana. Melalui retret ini, diharapkan;
- Peserta didik mampu menghadapi perkembangan zaman, dengan berani melawan arus, dan memiliki belas kasih kepada sesama.
- Peserta didik mengalami tumbuh kembang yang normal dan memiliki daya juang untuk semakin bertanggung jawab dalam mewujudkan cita-citanya.
- Peserta didik mampu membawa dampak positif dalam kehidupan masyarakat melalui cita-citanya tersebut seturut dengan kehendak Kristus.
Dimulai dengan Sesi I yaitu mengenal makna dan tujuan dari retret. Disampaikan oleh Sr. Vianney, bahwa retret ini merupakan sarana untuk mengenal diri dan bercermin untuk menentukan langkah selanjutnya. Peserta didik juga diajak untuk membuat kesepakatan selama retret berlangsung, dengan menaati 5T (taat, tahu diri, tahu tempat, tahu waktu, dan taat). Setelah makan malam, dilanjutkan dengan Sesi II. Dalam sesi ini, Sr. Vianney dan kak Nana mengajak peserta didik untuk menggali hal-hal positif dalam diri masing-masing juga hal-hal positif yang ingin mereka lakukan. Dalam sesi ini yang dilengkapi dengan dinamika kerja kelompok, peserta didik diajak untuk lebih mengenal jati diri mereka masing-masing. Sesi pengenalan diri ini merupakan kegiatan terakhir di hari pertama retret. Kemudian peserta didik diajak untuk doa malam bersama yang dipimpin oleh Sr. Fina.
Hari kedua diawali dengan senam pagi bersama, kemudian makan pagi. Setelah makan pagi, dilanjutkan dengan Sesi III, yang dikemas dalam bentuk permainan. Permainan 1:“Take a star”; permainan 2: “Membuat piramida gelas”; permainan 3: “Titanic koran”; permainan 4: “Voli air”; dan permainan 5: “Lilin cukuruk”. Kelima permainan yang diikuti peserta didik ini berlangsung dengan gembira.

Pada permainan “take a star”, peserta diajak untuk menyadari bahwa perbuatan yang dilakukan, entah itu baik atau buruk akan berdampak terhadap orang lain, maka dalam bersikap hendaknya semakin hati-hati. Permainan “piramida gelas”, mengajak peserta untuk mampu bekerjasama dengan orang lain dan perlu perjuangan serta kesabaran untuk mencapai suatu tujuan dengan maksimal. Permainan “titanic koran”, mengajak peserta untuk mau berkorban dan berani juga memberi kesempatan kepada orang lain demi suatu tujuan. Permainan “voli air” mengajak peserta untuk bersedia terlibat dalam kelompok dan mampu memiliki strategi. Permainan “lilin cukuruk”, mengajak peserta belajar memecahkan masalah dan mengelola emosi. Setelah refleksi, peserta diajak untuk saling meminta maaf dan memaafkan. Kemudian, peserta diminta untuk menuliskan apa yang ingin diraih dan apa yang diharapkan pada sebuah kertas yang berbentuk daun yang kemudian ditempel di pohon harapan. Pohon harapan ini merupakan komitmen peserta didik untuk mewujudkan harapkan yang mereka inginkan dalam waktu dekat ini.

Kegiatan retret kelas VI diakhiri dengan Misa Kudus yang dipersembahkan oleh Rm. Kristoforus Rhesa Alem Pramudita, Pr. Dalam homilinya, Rm. Rhesa berpesan untuk terus berjuang, pantang menyerah dan selalu setia pada Tuhan.
Semoga dengan kegiatan retret ini, peserta didik dapat menerima kehadiran Tuhan dalam hidupnya serta mampu merefleksikan pengalaman-pengalaman hidup yang telah mereka perbuat, sehingga mereka hidup seturut dengan kehendak Tuhan dan dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan zaman sehingga semakin berjiwa misioner, mampu mencintai sesama dan lingkungan sebagaimana semangat Beata Maria Ines.
Maria Florentie Ana Evi



