Romo Harry Maessen. CM., siapakah yang tidak kenal beliau? Beliau adalah seorang imam Congregatio Missionis yang sangat dikenal oleh umat Paroki Santa Maria Tak Bercela, Ngagel – Surabaya, dan juga oleh para Suster Misionaris Claris, terutama mereka yang senior. Romo Maessen, begitu biasa umat menyebutnya, adalah pendiri Paroki SMTB dan Sekolah SMAK Hendrikus, Surabaya. Beliau adalah misionaris dari Belanda yang datang ke Indonesia pada tahun 1965 dan telah berpulang ke rumah Bapa pada pada tanggal 26 Januari 2024 lalu. Dari salah satu refleksinya, seorang umat mengatakan bahwa Romo Maessen merupakan misonaris terakhir dari Belanda yang pernah berkarya di Keuskupan Surabaya. Untuk mengenang jasa-jasa beliau pada Misi Indonesia, khususnya di Paroki SMTB Keuskupan Surabaya, maka setelah Misa hari Sabtu sore diadakan sarasehan tentang “Menggali Semangat Misi Rm. Maessen, pendiri Paroki SMTB”, yang menghadirkan Romo Prof. Dr. FX. Eko Armada Riyanto, CM.

Dari berbagai penjelasan Rm. Armada tentang semangat awali Rm. Maessen hingga sejarah Misi Gereja Katolik di Indonesia khususnya di Keuskupan Surabaya, menunjukkan bahwa Rm. Maessen adalah seorag misionaris yang sederhana, berani dan tangguh serta sangat mencintai umat dan budaya setempat. Yang tidak kalah penting adalah beliau mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan, maka beliau mendirikan sekolah SMAK Hendrikus dan beliau juga sangat mendukung karya pendidikan Suster Misionaris Claris di Surabaya. Hal ini ditunjukkannya dengan bersedia menjadi guru agama pada waktu Sr. Maria Rosa Yamasawa, M.C. bertugas sebagai pengurus sekolah dan Sr. Maria Immaculata Suwarti, M.C. sebagai Kepala SD.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Rm. Armada mengatakan cita-cita misioner Rm. Maessen, CM antara lain adalah :

  • Gereja yang peduli serta peka dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat
  • Gereja yang bersemangat misioner
  • Gereja yang peduli terhadap orang miskin
  • Gereja yang membantu pendidikan yang baik untuk semua.

Cita-cita tersebut tidak jauh dari semangat Beata Maria Ines yang tertuang dalam Konstitusi MC no. 92 “Perluasan kegiatan pendidikan ke seluruh dunia merupakan salah satu dari karya-karya Kongregasi Misionaris Claris, karena mengetahui bahwa Gereja tiada hentinya meminta supaya anak-anak dan kaum muda dibantu”, dan juga dalam no. 222 “Luasnya kerasulan pendidikan Kongregasi mancakup kegiatan segala tingkat. Ikut serta dalam usaha mereka yang melibatkan diri dalam memajukan pendidikan manusiawi negara-negara sedang berkembang, di situlah secara intimewa nampak sikap mereka yang lebih mengutamakan rakyat miskin dan terlantar menurut teladan Yesus Kristus”.

Terima kasih Rm. Maessen untuk cintamu pada Tuhan dan misi;

untuk segala teladan hidup sederhana, berani dan tangguh;

untuk semangatmu dalam memperluas Kerajaan Kristus di hati umat manusia.

Dengan rahmat Tuhan, Bunda Maria, serta doamu,

kami teruskan semangat misimu di mana pun kami berada.

Kini engkau telah kembali kepada Sang Misionaris Utama,

terimalah mahkota kemuliaan sebagai seorang misionaris.

Sr. Andrea Venty, M.C.

Tambahkan Komentar Anda