Hari itu ada suasana yang berbeda di Rumah Doa Santa Maria Guadalupe Jakarta. Ada apa gerangan? Ternyata… ada banyak suster yang datang dari berbagai tempat untuk menghadiri Kapitel Regional. Kapitel adalah pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan dari komunitas-komutias dalam satu kongregasi atau tarekat untuk membicarakan hal-hal yang berguna bagi kemajuan mereka.

Untuk kali ini jumlah peserta kaptel ada 21 orang terdiri dari seluruh anggota Dewan Penasihat Regional, para Pimpinan Komunitas  serta beberapa utusan dari komunitas dan undangan. Kapitel ini berlangsung mulai tanggal 15 – 24 Januari 2024 dengan mengambil tema “Studi Ratio Formationis sebagai awal transformasi diri untuk menghayati formasi permanan”. Selain itu, Kapitel juga merupakan peristiwa iman yang membawa rahmat bagi seluruh anggota kongregasi, dimana dengan mata iman melihat kehendak Tuhan dalam seluruh proses serta keputusan Kapitel, dan yang terutama adalah untuk pelayanan yang lebih baik kepada seluruh umat agar nama-Nya semakin dikenal dan dicintai.

Ada yang istimewa pada Kapitel kali ini, karena dihadiri oleh Sr. María de la Luz López yang merupakan Wakil Pemimpin Umum, dan Sr. Elisheba Tajonar yang datang dari Roma untuk secara khusus  memberikan beberapa sesi dalam acara ini. Misa pembukaan Kapitel dipersembahkan oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang, sekaligus merupakan salah satu pemberi materi pada sesi pembukaan. Selain beliau, ada juga beberapa romo yang menjadi pembicara dalam sesi-sesi Kapitel yaitu RD. Joseph Kristanto, RP. Fransiskus Iwan Yamrewav, MSF., dan RP. FX. Eko Armada Riyanto, CM.

Suasana kegembiraan, keakraban serta keterbukaan terasa pada seluruh proses Kapitel, sehingga semua acara berlangsung dengan baik. Ini tentunya berkat rahmat Allah yang melalui Roh Kudus berkarya melalui diri para suster peserta kapitel, dan juga berkat doa-doa dari seluruh anggota kongregasi sejak sebelum hingga selama Kapitel berlangsung. Misa penutupan Kapitel dipersembahkan oleh Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC., Uskup Keuskupan Bandung dan sekaligus merupakan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Dalam homilinya beliau mengatakan bahwa proses formasi sangatlah penting bagi seluruh anggota Kongregasi, oleh karena itu, jangan sampai menurunkan kualitas formasi meskipun jumlah anggota berkurang. Bapak Uskup mengatakan pula bahwa formasi kasih pada Yesus merupakan dasar dari proses formasi dimensi-dimensi lainnya, hingga menjadi pribadi yang integral.

Sr. Rina Rosalina, Pimpinan Regional, mengajak seluruh anggota kongregasi untuk secara aktif dan kreatif melaksanakan hasil keputusan Kapitel dimulai dari para peserta Kapitel sendiri. Seperti yang dikatakan juga juga oleh Beata Maria Ines, “Ya, marilah kita mengucap syukur kepada Tuhan dan bekerja tanpa mengenal lelah untuk mencapai transformasi, yaitu transformasi diri kita masing-masing dalam Kristus Yesus. Dengan demikian kita akan menjadi misionaris sejati; dengan demikian kita akan memberikan semua kemuliaan kepada Allah sebab Dia yang layak; dengan demikian kita akan menyelamatkan banyak jiwa dan memberikan penghiburan kepada bunda kita, Gereja Kudus” (Cartas Colectivas, 18 Juli 1951).

 

Sr. Andrea Venty Meidiyana, M.C.

1 Comment

  • Posted January 25, 2024 4:31 pm
    by
    Sr. Margareta, MC

    Mantap👍tks Sr. Andrea Venty utk refleksinya😇

Tambahkan Komentar Anda