Surga bergembira
Para malaikat bersukaria
Bunda Maria diangkat ke Surga.
Terbuktilah……..kesetiaan berbuah Kemuliaan.
Bunda Maria…..
Iman akan Tuhan, itulah teladan yang Kau berikan pada kami.
Sejak engkau mengandung Sang Sabda
hidupmu telah diubah menjadi Bait Allah yang Kudus.
Hidupmu selalu berada bersama dengan Yesus, Putramu.
Suka dan duka kau lalui dengan setia.
Allah telah mengganjari kerelaanmu untuk menjadi rahim Sang Raja dunia.
Allah telah mengganjarimu untuk segala kesetiaan yang kau berikan pada Putra-Nya
Kesetiaan pada suka dan duka yang kau alami dengan rela demi Putra Tunggal-Nya.
Dukacita ketika mendengar nubuat Simeon bahwa hatimu akan tertusuk tombak.
Dukacita ketika mengungsi ke Mesir menyelamatkan Sang Bayi mungil bersama St. Yosef.
Dukacita ketika dengan setia mencari Yesus yang hilang.
Dukacita ketika berjumpa dengan Yesus di jalan salib.
Dukacita ketika melihat Yesus wafat di salib
Dukacita ketika tanganmu yang lembut menerima tubuh Putra terkasih tanpa nyawa dari atas salib
Dukacita ketika melihat Yesus dimakamkan.
Dukacita itu kini telah berlalu.
Sukacita kini kau terima
Allah telah mengangkatmu ke Surga
berada kembali dengan Sang Putra yang telah wafat dan bangkit.
Inilah warisan yang kau tinggalkan pada kami.
Kesetiaan pada Allah dalam segala situasi.
Dengan diam dan cinta.
Kesetiaan pada kehendak Allah…… berbuah Kemuliaan.
Maria menyerupai Yesus pada saat mengandung-Nya,
ketika Yesus kanak-kanak, ketika Yesus remaja;
Maria menyerupai Yesus dalam hidup-Nya di hadapan umum,
ketika Yesus dimahkotai duri, ketika Yesus didera, pada jalan ke Kalvari,
ketika Yesus berada di atas salib. (Beata Maria Ines)
Dan kini……
Maria mulia bersama Putra-Nya di Surga.
Salam bagimu, Maria, putri yang penuh berkat
Kau dimuliakan di Surga, kau bagaikan malaikat.
Dikau sungguh terberkati, tanganmu penuh rahmat.
Dunia sudah dis’lamatkan lewat sikap patuhmu
Puji Syukur No. 628
Sr. Andrea Venty, M.C.

