IMAM. Bagi umat Katolik, kata itu sudah tidak asing lagi. Setiap kali kita menghadiri Perayaan Ekaristi, pasti ada seorang imam yang mempersembahkannya. Lantas siapakah para imam itu? Dalam arti sederhana, imam adalah seorang laki-laki yang telah ditahbiskan oleh Uskup untuk menjalankan suatu pelayanan sebagai seorang imam, yaitu pelayanan dalam berbagai Sakramen dalam Gereja Katolik. Sakramen Baptis, Sakramen Krisma, Sakramen Ekaristi, Sakramen Tobat serta Sakramen Perkawinan.

Gereja saat ini sangat membutuhkan banyak imam untuk berkarya di kebun anggur Allah karena tidak dapat dipungkiri, banyak umat yang masih kurang menerima pelayanan secara maksimal dari karena terbatasnya jumlah imam terutama di daerah-daerah yang terpencil. Terkadang mereka merayakan Sakramen Ekaristi hanya 1 bulan sekali. Sebelum seseorang ditahbiskan menjadi imam, tentunya mereka harus menjalani suatu pendidikan yang diperlukan untuk pelayanan mereka.

Beata Maria Ines sangat mendukung para calon imam dan para imam dalam pelayanan mereka. Bahkan setiap kali selesai Misa, para Suster Misionaris Claris berdoa mohon kesucian dan kesetiaan bagi para imam dan calon imam. Dalam surat wasiat rohaninya, Beata Maria Ines mengatakan, “Kita harus berdoa bagi mereka, sebab salah satu dari tujuan kongregasi adalah berdoa untuk kesucian para Imam”.

Tempat pendidikan para calon imam disebut Seminari. Salah satu Seminari yang berada di Indonesia, di keuskupan Surabaya, adalah Seminari Menengah St. Vincentius a Paulo, Garum, yang pada tahun ini merayakan ulang tahun yang ke-75. Sebagai bentuk ungkapan syukur pada Tuhan, Seminari Menengah St. Vincensius a Paulo mengadakan berbagai kegiatan, yang salah satunya adalah Ekspo Panggilan di Widya Mandala Hall – Surabaya. Sebagai dukungan nyata pada pendidikan calon imam ini, kami, para suster Misionaris Claris, ikut serta dalam ekspo panggilan dengan membuka stand dan talkshow tentang panggilan. Ekspo panggilan ini banyak dihadiri oleh orang muda dari berbagai paroki dan sekolah yang ada di Keuskupan Surabaya. Mereka datang ke stand-stand untuk bertanya serta mencari informasi tantang hidup membiara.  

Semoga dengan berbagai kegiatan perayaan syukur ini, banyak yang terpanggil dan berani menjawab undangan Tuhan untuk menjadi imam, biarawan, dan biarawati; semoga para orangtua pun rela mempersembahkan putra-putrinya untuk mengikuti panggilan Tuhan. Ladang masih luas dan masih membutuhkan banyak pekerja. Mari mengikuti Tuhan dengan cara khusus, yaitu dengan hidup selibat. Tuhan menunggumu!

Ya Yesus, yang menghampakan diri dalam Ekaristi untuk menjadi perapian cinta kasih Gereja Katolik dan kekuatan bagi jiwa-jiwa, kami mempersembahkan kepada-Mu doa-doa kami, perbuatan-perbuatan kami dan penderitaan-penderitaan kami bagi para imam-Mu, sehingga Kerajaan Hati-Mu yang Mahakudus semakin hari semakin meluas. Kembalilah kepada kami melalui imam-imam-Mu; dan perkenankanlah mencurahkan selalu atas mereka, cinta-MU yang tak terhingga.

P             Yesus, Penyelamat dunia,

K             Sucikanlah para imam dan calon-calon imamMu

(Buku doa Para Suster Musionaris Claris)

Sr. Andrea Venty, M.C.

Tambahkan Komentar Anda