Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku (Yoh 15:26).

Sabda Yesus ini memberi harapan dan kekuatan baru kepada kita apabila mengalami kesulitan dan tantangan dalam hidup. Roh Kuduslah yang akan datang memberi penghiburan seperti yang telah dijanjikan Yesus kepada kita yang menjadi murid dan saksi-Nya di dunia ini. peran Roh Kudus dalam hidup umat beriman sangat nyata meski ketika kita mengalami berbagai macam kesulitan, tantangan, dan persoalan. Roh Kudus tetap menyertai kita karena Tuhan Yesus telah berjanji bahwa Ia akan senantiasa menyertai murid-murid-Nya sampai akhir zaman (bdk. Mat. 28:20).

Roh Kudus adalah Pribadi ketiga dari Allah Trinitas yang menyertai Gereja melanjutkan karya Tuhan Yesus. Peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya adalah sebagai berikut: yang pertama, Roh Kudus memberi orang percaya kehidupan baru dalam Roh. Oleh karena pembaptisan, Roh Kudus mendiami orang yang percaya dan mereka dimeteraikan menjadi anak-anak Allah. Kedua, Roh Kudus membawa orang percaya kepada pengalaman kekudusan. Dalam hal ini Roh Kudus membebaskan orang percaya dari ikatan dosa. Roh Kudus menguduskan, memenuhkan, dan memimpin orang-orang percaya kepada seluruh kebenaran. Ketiga, Roh Kudus menguatkan orang percaya. Ia menjadi jaminan dan turut berdoa bagi mereka. Keempat, Roh Kudus memperlengkapi orang percaya, Ia memberikan karunia-karunia dan menjadikan mereka berbuah.

Roh Kudus berperan menyatukan seluruh umat beriman yang berhimpun untuk mengambil bagian dalam comunio Allah Tritunggal. Roh Kudus adalah penolong bagi umat beriman dan menuntun hati mereka untuk mengalami keselamatan dari Bapa yang diwujudkan dalam Yesus Kristus (bdk. Kis. 2:16-17).

Roh Kudus selalu hadir dan perperan dalam kehidupan persekuan Gereja, dalam persekutan umat beriman. Bersama Roh Kudus, umat beriman mampu hidup saling mencintai dan mengasihi sebagai saksi nyata sukacita dan damai Kristus.

Sr. Theresia Uko, M.C.

Tambahkan Komentar Anda