“Hendaklah engkau tidak menaruh benci kepada sesamamu…” Sirakh 10:6.
“SUDAH BEBAS NEGERI KITA”
Kalimat ini mengingatkan kita dengan apa yang dikatakan oleh Nabi Yesaya, yakni: “Serigala, domba, macan tutul, anak lembu, anak singa, singa, lembu, anak bayi serta ular beludak dapat membentuk satu harmoni kehidupan yang sejuk” (bdk. Yes 11:6-8). Tidak ada aksi beringas antara manusia yang satu dengan manusia yang lain/homo hominis lupus. Suasana ini juga memenuhi nubuat Nabi Yesaya: “Tidak ada yang akan berbuat jahat dan berlaku busuk…” (Yes 11:9). Tidak ada apa pun dan siapa pun yang mencabik-cabik kebinekaan kita yang adalah sebuah keharusan dan panggilan kepada rasa persatuan dan kesatuan. Delapan puluh satu tahun sudah bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan bangsa lain, dan selama itu juga kita telah mengisi kemerdekaan dengan berbagai pencapaian yang membanggakan. Sekarang, marilah kita lanjutkan peziarahan bangsa Indonesia dengan menciptakan suasana hidup bersama yang sejuk, segar, dan sehat, seperti kata-kata Rasul Petrus: “Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah Allah, hormati pemimpin” (1Ptr 2:17).
“SUDAH BEBAS HATI KITA?”
“Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun oleh manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah” (Sir 10:7).
Saya ingin mengajak kita semua bertanya kepada diri kita masing-masing: Apakah saya tergolong orang congkak dan lalim? Untuk menjawab pertanyaan ini dengan jujur, kita perlu diam, hening, dan merefleksikan dalam diri kita. Marilah kita masuk ke dalam hati masing-masing, membebaskan hati kita dari ‘penjajahan’: kecemasan, kecurigaan, kebencian, kedengkian, iri hati, merendahkan-menekan-menyudutkan sesama. Marilah kita berperang memusnahkan kejahatan tersebut! Kalau kita menang berarti kita sudah MERDEKA…MERDEKA…MERDEKA!
Untuk membantu kita agar selalu dalam keadaan waspada terhadap bahaya pengulangan dosa yang sama, marilah mendengarkan kata-kata Rasul Petrus berikut ini: “Hiduplah sebagai orang merdeka, bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka…” (1Ptr 2:16).
Dengan curahan Rahmat Tuhan, marilah kita saling mendoakan agar tetap hidup di NEGERI yang sudah BEBAS, yang diperjuangkan oleh insan-insan yang SUDAH BEBAS HATINYA dari segala bentuk kejahatan. Tuhan Memberkati kita semua.
Sr. Margareta Maria Alakok Bhia, M.C.

