Mempererat silaturahmi mitra kerja dan para suster Misionaris Claris.

Ramadhan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena adanya candaan/jokes tentang kaum muslim dan Nonis yang sangat viral di dunia maya. Mulai dari “War Takjil”, ada juga “War Bukber” sampai ada kata “War Baju Gamis”. Hal ini bukan berarti “The Real War” melainkan lebih berarti sebuah kebersamaan yang seru dan dikemas dalam humor sederhana yang justru membuat perbedaan-perbedaan yang ada menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. Bagaimana? Apakah kamu juga salah satu anggota yang suka “War” ini?

Dalam Islam dikenal konsep Habluminallah Habluminannas, yaitu dua hal penting yang harus dijaga keseimbangannya oleh seorang muslim untuk mencapai kesempurnaan ibadahnya. Habluminallah adalah hubungan vertikal antara manusia dengan Allah. Sedangkan Habluminannas adalah hubungan horizontal antara manusia dengan sesamanya, atau yang lebih luas lagi yakni hubungan antara manusia dengan makhluk lainnya. Maka dari itu hubungan dengan Allah harus selaras dengan hubungan kepada manusia lain. Dan hal inilah yang membuat para mitra kerja terutama yang beragama Islam, menanggapi undangan acara BUKBER.

Acara buka bersama tahunan yang diselenggarakan oleh para suster Misionaris Claris ini bertujuan menjaga silahturami antara mitra kerja. Acara ini sudah berlangsung lebih dari 5 tahun dan selalu dihadiri oleh hampir seluruh mitra kerja Yayasan Puspita Kencana, mulai dari petugas Cleaning Service, karyawan dan juga bapak ibu guru yang beragama Islam. Dalam acara tersebut para mitra kerja akan diajak mendengarkan tausiyah, pembagian doorprize, bingkisan dan, yang penting adalah bisa saling mengenal satu sama lain agar lebih akrab.

Acara buka bersama tahun ini dilaksanakan hari Sabtu, 6 April 2024. Acara sederhana tapi penuh makna. Kami mengawalinya dengan doa bersama sebelum berbuka puasa. Pada saat santap malam bersama para mitra kerja juga mendengarkan sharing pengalaman pribadi dari 2 ibu guru SD yaitu Ibu Desi dan Ibu Pitri. Tema yang diusung kali ini adalah “Belajar Sabar Supaya Disayang Allah”. Sharing yang dikemas dengan santai, penuh candaan dan juga interaksi dengan para undangan yang datang membuat suasana menjadi jauh lebih hangat dan penuh kegembiraan.

Dalam sharing dari Bu Desi dan Bu Pitri dapat disimpulkan bahwa manusia itu tidak luput dari cobaan hidup, maka dibutuhkan kesabaran yang luas seluas samudera untuk dapat menyelami ujian tersebut. Seperti kalimat yang sering kita dengar, ”Setelah hujan badai, pasti ada pelangi yang indah”, artinya, setelah ujian berat yang kita alami, pastilah ada makna/hikmah yang terkandung di dalamnya. Memang tidak mudah untuk menjadi sabar, tetapi hal itu wajib kita lakukan sepanjang hidup kita, karena sabar adalah kunci yang sangat penting. Tuhan menguji kesabaran kita untuk dapat melihat keimanan diri kita yang bertumbuh dalam doa-doa dan ibadah kepada-Nya. Yakinlah jika Tuhan tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya.

Acara yang berlangsung kurang lebih selama 3 jam tersebut ditutup dengan acara foto bersama dan pengambilan bingkisan yang telah disediakan oleh Yayasan Puspita Kencana untuk seluruh undangan yang hadir pada malam itu.

Terima kasih kepada seluruh mitra kerja untuk segala pengabdian dan pemberian diri kepada Yayasan Puspita Kencana demi kemajuan serta kebaikan di dunia pendidikan. Mari bersama-sama memajukan Indonesia dalam dunia pendidikan dengan penuh rasa persaudaraan, kekeluargaan, kegembiraan, serta kesederhanaan seperti yang diinginkan oleh Beata Maria Ines.

Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin.

 

Sr. Andrea Venty, M.C.

Tambahkan Komentar Anda