Istilah APP (Aksi Puasa Pembangunan) tentu tidak asing bagi umat Katolik. Hampir semua lingkungan mengadakan pertemuan APP. Sekolah Menengah Atas Swasta Karitas 3 Surabaya, yang merupakan sekolah Katolik di bawah Yayasan Yohanes Gabriel, juga peduli terhadap pendidikan iman anak-anak didik mereka. Dengan penuh kepercayaan, mereka mengundang para Suster Misionaris Claris untuk memberikan pendalaman APP kepada anak-anak Kelas X, XI dan XII yang diadakan pada tgl 5,6, dan 7 Maret dengan tema “Menghidupi Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik”. Inilah keseruan mereka, anak-anak muda yang penuh semangat.
“Gereja Katolik adalah Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Satu berarti bahwa Gereja merupakan kesatuan dari Tritunggal Mahakudus, yang meskipun memiliki tiga pribadi, namun pada hkekatnya adalah satu. Mempunyai pengakuan iman yang sama, perayaan Liturgi dan sakramen-sakramen yang sama pula”, demikian penjelasan Sr. Selly mengawali tema kali ini
Gereja disebut Kudus karena pendirinya yang adalah Kristus yang adalah Kudus. Kristus menguduskan umat manusia dan orang yang bersatu dengan-Nya menjadi Kudus.
Gereja yang Katolik berarti bersifat universal, umum, tidak terbatas pada suku, budaya atau golongan tertentu. Keselamatan yang ditawarkan adalah untuk semua umat manusia.
Gereja yang apostolik berarti “dibangun atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru” (Ef. 2:20).
Pertemuan ini memang berkonsep rekoleksi, namun guru-guru dan para suster mengemasnya sedemikian rupa sehingga anak-anak sangat menikmati rangkaian acara yang juga diselingi dengan berbagai bentuk dinamika seperti permainan dan lagu.

Pada akhir rekoleksi, tibalah saat refleksi serta doa penutup,,bersyukur atas kesatuan Gereja Katolik yang Kudus, merangkul dan merasul.

Senangnya hidup bersama sebagai anggota Gereja, dalam kesatuan dan kebersamaan menjadi Orang Muda Katolik yang bersemangat.
“Janganlah menjauhkan dirimu dari Gereja; tidak ada yang lebih kuat dari Gereja.” – St. Yohanes Krisostomus
“Tetaplah dalam kasih kudus Yesus. Tetaplah patuh pada Gereja Katolik Roma yang kudus…….” – St. Rita dari Cascia
Sr. Andrea Venty, MC

