Masih dalam suasana syukur rangkaian masa Natal dan Tahun Baru 2024, tak lupa kita juga bersyukur pada Tuhan atas diri seorang ibu yang akan membimbing kita selama tahun ini. Yang diharapkan dari kita adalah terbuka pada rahmat Allah, merenungkan Sabda-Nya dan meresapkan dalam hati seperti contoh dari Bunda Maria; dengan tidak mudah menghakimi Tuhan atau marah kepada-Nya jika ada hal-hal yang kurang sesuai dengan keinginan kita, tetapi melihat segala peristiwa dengan kacamata iman.
Dengan perayaan Maria Bunda Allah pada tgl 1 Januari, sekaligus kita Bunda kita karena seperti yang dikatakan Yesus dari atas salib: “Inilah ibumu!”
Hubungan kita yang mendalam dengan Bunda Maria merupakan hasil kontemplasi iman tentang Maria dan Tuhan, bukan hanya soal perasaan saja. Semakin mendalam hubungan kita dengan Maria, semakin kita terbuka pada rahmat Tuhan, serta semakin nyatalah peranan Maria dalam hidup kita sebagai seorang ibu. Maria menjadi teladan dalam menjalani hidup di tahun yang baru ini karena dia terus menerus meresapkan Sabda Allah dan menjadikannya hidup dalam keseharian. Pecayalah, ibu kita ini akan membawa kita pada persatuan dengan Puteranya.
Maria melebihi para rasul, namun Bunda Maria membiarkan para rasul untuk di depan memimpin Gereja Kristus. Dia mendampingi mereka dengan doanya dalam segala usaha untuk mewartakan Kristus yang bangkit. Pada saat menantikan Roh Kudus, Bunda Maria juga berada bersama mereka, dan setelah itu Bunda Maria tidak kedengaran lagi kisahnya. Bunda Maria berdoa bagi para rasul dalam kesunyian dan keheningan. Kerendahan hatinya membuat Allah menjadikan dia Ratu Surga dan dunia.
Tidak salah jika kita memulai peziarahan tahun 2024 bersama Maria. Untuk itu, janganlah lupa panggil dan ajak dia dengan berkata, “Ayo Maria!”, dalam setiap kegiatan kita, dan dia akan datang. Jika kita membiarkan diri dibimbing olehnya, kita akan mengalami kehadiran Allah dalam hidup kita.
Bunda yang manis,
janganlah menjauh daripadaku.
Pandanganmu janganlah berpaling daripadaku.
Datanglah bersama aku ke mana saja,
dan janganlah sekali-kali membiarkan aku sendirian.
Maka, karena perlindunganmu bagiku demikian besar,
sebagai ibuku yang sejati,
perolehlah agar aku diberkati Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin.
(Buku doa Suster suster Misionaris Claris dari Sakramen Mahakudus)
Sr. Andrea Venty, M.C.

