Setiap orangtua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, mereka ingin agar anaknya merasa nyaman dan bahagia. Namun orangtua seringkali lupa, bahwa apa yang dipikirkan oleh mereka belum tentu dapat membentuk anaknya menjadi pribadi yang diinginkan.  Seringkali juga orangtua terlalu memaksakan kehendak dan kepentingan pribadinya kepada anak, dan ini membuat anak justru merasa tidak nyaman, tidak mau terbuka dan hidup dalam ketakutan.

Dengan melihat situasi ini,  SD Kanisius Nglinggi menyelenggarakan Seminar Parenting dengan mengambil tema “Bersinergi Membentuk Anak Tangguh” pada hari  Selasa, 19 Desember 2023.  Para narasumber seminar kali ini adalah Ibu Augustine Krisna Indah Marhaeni, S.Pd., M.A. (Bu Indah), dosen program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang saat ini juga sedang menyelesaikan program doktoral Bimbingan dan Konseling, dan ditemani oleh Kak Rosalia Nana (mahasiswa S2 Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta).  Bersama mereka, para orangtua siswa kelas 1 sampai kelas 6 berdinamika dengan penuh semangat.

Dalam sambutan pembuka, Kepala SD Kanisius Nglinggi, Ibu Wahyuningsih, SPd., menekankan bahwa tema yang diusung dalam Seminar Parenting kali ini memiliki maksud bahwa perkembangan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, ataupun hanya tanggung jawab orangtua, melainkan merupakan tanggung jawab bersama antara orangtua dan sekolah. Sinergi yang baik antara orangtua di rumah dan guru-guru di sekolah akan membentuk anak menjadi pribadi yang baik dan tangguh.

Sebelum materi inti, seminar dimulai dengan sebuah game pengantar yang dipandu oleh Kak Nana. Dalam game ini, Kak Nana membagi peserta menjadi 4 kelompok dan setiap kelompok diminta memilih 1 orang perwakilan untuk menggambar sesuai kata kunci, sedangkan anggota kelompok yang lain menebak maksud dari gambar tersebut. Melalui game tersebut, Kak Nana menunjukkan bahwa sesama  orang dewasa saja masih sering salah mempersepsi atau memiliki pemahaman yang tidak sama untuk informasi yang sudah jelas,  apa lagi antara orangtua dengan anak.

Setelah game berakhir, dilanjutkan dengan materi oleh Bu Indah.  Diawali dengan ajakan untuk melupakan kekhawatiran peserta terhadap nilai-nilai anak yang diperoleh dalam semester ini, Bu Indah membawa peserta seminar untuk berefleksi, menjadi orangtua seperti apakah mereka selama ini?  Apakah menjadi orangtua yang membanding-bandingkan anak dengan anak lain, yang menuntut anak memenuhi ambisi orangtua yang belum tercapai, atau yang menyalahkan anak tanpa mengajak berkomunikasi tentang hal-hal yang tidak diharapkan terjadi. Disampaikan juga oleh Bu Indah bahwa untuk mendampingi perkembangan anak secara maksimal, orangtua harus mengenali  tiga hal utama yaitu faktor internal, yang meliputi keluarga dan kepribadian anak; faktor eksternal, yang meliputi lingkungan sekitar, teman-teman dan guru-guru di sekolah, serta  yang tidak kalah penting yaitu pola asuh dalam keluarga. Hal-hal tersebut penting diketahui dan dikenal dengan baik oleh setiap orangtua agar dapat memantau perkembangan anak dengan baik. Selain itu, Bu Indah juga mengingatkan kepada peserta seminar untuk selalu memberi kesempatan kepada anak untuk mandiri, belajar dari kesalahan, dan bertanggung jawab terhadap kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan baik itu di rumah maupun di sekolah, sehingga sejak dini anak-anak tersebut menjadi anak yang tangguh yang tidak mudah menyerah terhadap rintangan-rintangan yang mereka alami. Pemaparan berlangsung dengan sangat menarik secara dua arah, baik secara individual maupun berkelompok. Pemaparan pun diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan oleh peserta untuk bertanya tentang berbagai permasalahan yang mereka hadapi dalam mengasuh anak-anak. Keseruan Seminar Parenting ditutup dengan sebuah game yang menyimpulkan keseluruhan materi pada hari ini.

Terima kasih Ibu Indah dan Kak Nana untuk ilmu dan hal-hal baik yang diberikan kepada orang tua siswa SD Kanisius Nglinggi. Semoga dengan seminar ini, orangtua siswa dan para guru SD Kanisius Nglinggi semakin bersinergi sehingga dapat membentuk para peserta didik menjadi anak-anak yang tangguh.

Yustina Emik

Tambahkan Komentar Anda