Tiga hari ini kami sedang mengadakan rekreasi bersama keluarga besar Yayasan Puspita Kencana; sebuah Yayasan Katolik yang menaungi Sekolah Santa Clara dari unit Playgroup, Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Berkumpul dan pergi bersama membuat kami saling mengenal dan merasa dekat satu sama lain. Semua merasa seperti satu keluarga, hingga saat briefing pagi sebelum keberangkatan, ketika ada peserta yang belum datang, semua peserta turut menanti dengan gelisah. Ketika ada koper yang tertinggal ‘sendirian’, selalu saja ada peserta lain yang membantu membawakan (setiap koper memiliki identitas khusus yang disediakan oleh tour). Demikian juga ketika kami asyik untuk mengabadikan tempat-tempat rekreasi yang istimewa, selalu saja ada peserta lain yang berdiri untuk menjaga koper atau barang bawaan kami.

Sebuah pengalaman yang sangat indah; jauh lebih indah dari tempat-tempat wisata yang kami kunjungi.

Malam ini adalah malam kedua kami di Singapura; tempat rekreasi kami. Kami baru saja selesai menonton pertunjukan Garden Rhapsody dengan lampu-lampu yang sangat indah, diiringi musik yang sangat luar biasa. Aku sendiri sangat kagum dengan beberapa ‘pohon’ besi yang dilengkapi lampu-lampu dan dipertontonkan kepada semua orang yang datang. Tontonan lampu-lampu ini dipadukan dengan musik dan lagu-lagu khas negara Singapura; benar-benar membangkitkan semangat cinta tanah air yang mendalam. Semua orang terpukau menonton pertunjukkan itu. Ada yang menonton sambil berbaring di lantai memandang ke atas ‘pohon’, ada yang sambil duduk, ada yang berdiri menikmati permainan lampu-lampu yg indah. Ribuan kamera handphone terarah ke puncak pohon. Benar-benar indah!

Selesai pertunjukkan itu, kami pun kembali turun tangga menuju ke tempat berkumpul yang sudah kami sepakati bersama. Sambil berbaris mengantri, pandanganku mengarah ke tangga melihat peserta rombongan kami. Aku tertarik melihat tiga sosok laki-laki dalam rombongan kami yang sedang menuruni anak tangga. Mereka turun melalui sisi pinggir tangga, berjalan beriringan depan belakang sambil memegang bahu, bukan berjajar ke samping. Paling depan ada Pak W, pemuda tertinggi se-Santa Clara; di bagian tengah ada Pak B yang  menjadi figur koko bagi anak-anak SD; dan paling belakang ada Pak T, bapak bijak urusan manajemen. Mereka berjalan dengan begitu tenang dan teratur, tidak tergesa-gesa. Sampai di barisan kami, mereka  tetap berdiri bersama.

Memang baru kemarin saya mendengar cerita kalau Pak B mengalami gangguan penglihatan. Ketika hari mulai senja, penglihatannya akan kabur. Mendengar cerita itu dan malam ini melihat kesetiaan teman-temannya, mataku berkaca-kaca. Sebuah pemandangan kasih yang luar biasa dan pelajaran hidup yang sangat berharga.

Pak W, Pak B, Pak T adalah tiga sosok pribadi hebat yang memberiku pelajaran hidup lebih dari semua mata pelajaran atau mata kuliah yang pernah aku selesaikan. Pengertian kalian terhadap orang yang membutuhkan lebih tinggi dari semua tema pelajaran apa pun. Teladan kepedulian kalian adalah kurikulum terbaik yang perlu aku pelajari.

Sungguh, apa yang aku lihat malam ini, adalah pemandangan terindah melebihi Spectra – A Light and Water Show at the Garden by the Bay.

Terimakasih untuk keteladanan kalian. Bangga memiliki guru, tim dan mitra kerja seperti kalian. Tetaplah saling mencintai sebagai satu keluarga.

Sr. Selly Siu, M.C.

Tambahkan Komentar Anda