Dalam rangka lustrum ke-5, Paroki Roh Kudus Kebonarum Klaten mengadakan retret umat selama 3 hari mulai tanggal 3 sampai 5 Juli 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh wilayah Paroki Roh Kudus Kebonarum yang terdiri dari 9 wilayah dan 40 lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak umat merenungkan dan menegaskan kembali jati diri sebagai murid-murid Kristus. Terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 41 frater dan 35 suster dari berbagai kongregasi. Sr. Siska dan Sr. Fina turut terlibat dalam kegiatan ini mewakili Kongregasi Suster Misionaris Claris dari Sakramen Mahakudus. Dalam kegiatan retret umat ini para frater dan suster dibagi ke lingkungan-lingkungan dan tinggal di rumah umat. Tiap lingkungan didampingi oleh 1 frater dan 1 suster, namun untuk lingkungan yang jumlah umatnya sedikit hanya didampingi oleh 1 frater atau 1 suster.

Untuk kegiatannya, diserahkan ke masing-masing lingkungan untuk mengatur namun dengan acuan bahan dari paroki, yakni; hari pertama merenungkan tema “Aku Warga Gereja Katolik”, hari kedua merenungkan tema “Kekatolikanku Membanggakan”, hari ketiga merenungkan tema “Panggilanku”. Untuk tema “Panggilanku” ini dikhususkan bagi anak-anak, remaja dan orang muda.

Sr. Siska, M.C. mendampingi di lingkungan Yohanes Maria Vianey-Karangnongko bersama Fr. Aan, calon imam Keuskupan Agung Semarang. Adapun kegiatan di lingkungan tempat Sr. Siska; hari pertama, ibadat sabda yang dipandu oleh Sr.Siska dan umat diajak untuk merenungkan “apakah aku sungguh sudah menjadi warga Gereja Katolik”. Hari kedua, pagi hari doa rosario fajar bersama umat lingkungan, kemudian dilanjutkan kunjungan ke rumah umat yang sakit dan lansia. Sore hari melanjutkan permenungan dengan tema apakah kekatolikanku sudah membanggakan, yang dipandu oleh Fr. Aan, kemudian dilanjutkan dengan kuis tentang katekese Gereja Katolik. Hari ketiga, pertemuan bersama anak-anak, remaja dan orang muda, diadakan sewilayah. Dalam kesempatan ini disampaikan tentang hidup panggilan; ada panggilan khusus dan panggilan hidup berkeluarga. Para frater dan suster yang tergabung dalam wilayah ini juga berkesempatan untuk memperkenalkan kongregasi masing-masing.

Sr. Fina, M.C. mendampingi lingkungan St. Fransiskus Asisi, Tegalmulyo, wilayah Surowono bersama Fr. Ian, calon imam Keuskupan Agung Semarang. Lingkungan ini berada di lereng gunung Merapi dengan jumlah umat yang cukup banyak dan rumah umat tersebar di 3 kelurahan dengan jarak yang berjauhan. Hari pertama; sarasehan umat dipandu oleh Fr. Ian, dimana umat diajak untuk merenungkan kembali perjalanan iman selama ini dengan berbagi pengalaman tentang perjuangan menjadi umat Katolik di tengah masyarakat yang mayoritas bukan Katolik.

Hari kedua; pagi hari kunjungan ke rumah umat yang lanjut usia dan umat yang rumahnya paling jauh. Melalui kunjungan ini diharapkan umat merasa tersapa dan disemangati untuk tetap setia menjadi Katolik. Malam hari, sarasehan umat dipandu oleh Sr. Fina, M.C. dengan tema menjadi Garam dan Terang di tengah keluarga dan masyarakat. Sarasehan diawali dengan games; umat dibagi menjadi beberapa kelompok dengan pembagian kelompok sesuai instruksi, kemudian masing-masing kelompok diminta untuk membuat menara setinggi dan sekokoh mungkin menggunakan barang yang dibawa oleh masing-masing anggota kelompok. Melalui games ini umat diajak untuk menyadari keterlibatan mereka sebagai warga Gereja, dan apakah selama ini masing-masing sudah terlibat dalam hidup menggereja dan bermasyarakat atau belum. Kemudian dilanjutkan dengan sharing tentang keterlibatan umat sebagai warga Gereja dan bagian dari masyarakat, apakah sudah menjadi garam dan terang di dalam keluarga dan masyarakat sekitar atau belum, terlibat dalam hal apa saja, dsb. Hari ketiga; kegiatan dilakukan bersama wilayah yang diikuti oleh anak-anak, remaja dan orang muda. Dalam kegiatan ini disampaikan tentang panggilan dan pilihan hidup.

Dikemas dalam bentuk rally games, para frater dan suster dibagi menjadi 3 kelompok, demikian pula dengan peserta juga dibagi menjadi 3 kelompok. Putaran pertama peserta diminta untuk bertanya kepada para frater dan suster dalam kelompok dengan kata tanya “apa”, setelah 10 menit, peserta berpindah tempat kemudian diberi kesempatan untuk bertanya dengan kata tanya “bagaimana”, setelah 10 menit peserta berpindah lagi dan diberi kesempatan untuk bertanya dengan kata tanya “mengapa”. Dalam pertemuan ini diaharapkan anak-anak, remaja dan orang muda memiliki bayangan tentang panggilan hidup mereka, maka di akhir pertemuan peserta diminta untuk menuliskan cita-cita mereka. Kegiatan ditutup dengan perayaan Ekaristi bersama seluruh umat wilayah Surowono.

Semoga kehadiran para frater dan suster dalam retret umat dalam rangka Lustrum ke-5 Paroki Roh Kudus Kebonarum dapat mewarnai perjalanan iman umat sehingga umat semakin bersemangat dan setia sebagai warga Gereja Katolik.

Sr. Fina, MC

Tambahkan Komentar Anda