Wudu, 16 Oktober 2022

Hari ini sangat indah dan penuh rahmat bagi kami, terutama bagi kedua saudari kami Anggela Azi dari Gero, Flores, NTT dan Rosa Mistika Timu dari Rajawawo, Flores, NTT, sebab tepat tanggal 16 Oktober 2022, mereka dengan penuh iman dan keberanian mau menyerahkan diri kepada Tuhan melalui Kongregasi Misionaris Claris yang tercinta ini. Kedua saudari kami ini bagaikan bibit padi yang telah dipilih Tuhan dari dunia luar dan dipindahkan ke kebun hidup membiara, mereka akan dilindungi dan dinaungi oleh Tuhan dan Bunda Maria Sendiri, mereka akan bertumbuh dan berkembang hingga berbuah masak dan merunduk dan memberikan hasil yang terbaik kepada Tuhan melalui pelayanan kepada sesamanya. Demikianlah renungan yang dibagikan oleh Sr. Rina Rosalina, Pemimpin Regional dalam upacara penerimaan postulan hari ini di Kapel Misionaris Claris Wudu, Flores, NTT.
Pilihan hidup itu adalah hak mereka, jadi mereka berdua menyadari bahwa yang menentukan masa depan adalah mereka sendiri. Bagi Anggela Azi, ini adalah langkah awalnya menuju cita-cita masa kecil, yaitu menjadi seorang suster yang melayani di Gereja. Selama masa aspiran, saat belajar dan mengalami bagaimana ritme hidup dalam biara, Anggela menemukan ketenangan dan kebahagiaan berada bersama Tuhan dalam doa dan adorasi hariannya.

Lain halnya bagi Rosa Mistika Timu yang bercita-cita menjadi seorang suster sejak SMP, karena melihat adik mamanya yang juga adalah seorang suster. Setelah lulus SMA, dia mengutarakan keinginannya untuk masuk biara kepada orangtua dan keluarganya, namun mereka kurang mendukung karena mereka berharap agar dia kuliah saja. Namun bagi Tuhan tidak ada yang mustahil jika kita percaya dan berdoa. Pada akhirnya dia mampu membuat keluarganya percaya dan mendukung keinginannya untuk menjadi seorang suster, dan kini dia merasa sangat bahagia karena menjadi milik Tuhan. Dia ingin agar Tuhan selalu merajai dirinya untuk selamanya.
Ketika Tuhan telah memanggil dan memilih, pasti Dia akan selalu membantu kita dalam menghadapi badai dan taufan yang menghampiri, yang penting kita selalu percaya bahwa Tuhan sungguh-sungguh telah memanggil kita, dan kita juga harus berani menentukan pilihan hidup dan masa depan kita. Beata Maria Ines, Pendiri Kongregasi Misionaris Claris berkata: “Untuk selanjutnya hidupnya harus merupakan suatu madah cinta dan syukur yang tak kunjung henti, terhadap Allah Yang Mahakudus yang tak memandang kekecilan dan kehinaannya, melainkan Dia telah sudi memilihnya untuk menjadi mempelai dan misionaris-Nya, serta telah mengistimewakannya diantara ribuan wanita lain dan menyebutnya merpati-Nya, kekasih-Nya, milik-Nya”. Harapan kita semua tentunya kelak mereka berdua menjadi Misionaris Claris sejati dan dapat memuliakan Tuhan serta menyelamatkan jiwa-jiwa, sesuai dengan harapan Tuhan melalui Ibu Pendiri. Dan bagi kamu yang pernah dan sedang merasakan panggilan Tuhan melalui berbagai pengalaman hidup, ayo Tuhan telah menunggu jawaban “Ya”-mu, seperti jawaban kedua postulan hari ini.


Bagaimana reaksi orangtua dan keluarga?
Dalam berbagai pengalaman yang dibagikan dan diceritakan, banyak orangtua dan keluarga yang awalnya kurang setuju bahkan tidak setuju pada pilihan hidup seperti ini. Demikian pula kedua orangtua Anggela dan Tika. Namun sekarang mereka bersaksi bahwa mereka sangat senang sekali dan sangat mendukung mereka berdua bahkan mereka berjanji akan terus mendoakan dan mendukung anak-anak mereka yang lain, yang ingin masuk biara. Bukankah ini adalah sesuatu yang membahagiakan? Seringkali ketidaksetujuan ini adalah buah dari kurang pengenalan. Namun ketika orangtua mengenal dengan siapa anaknya akan tinggal, bagaimana cara hidupnya, bagaimana anaknya bertumbuh secara manusiawi dan rohani, maka mereka pun dengan rela dan sukacita melepaskan, dan sadar kebenaran janji Yesus ketika berkata, “Kamu akan mendapat seratus kali lipat…” (bdk. Mat. 19:29).

Kini mereka menjadi orangtua pewarta ditengah masyarakatnya. Kami dapat melihat bukti dukungan dari orangtua dan keluarga dengan kehadiran dan kesaksian yang mereka berikan saat acara penerimaan postulan hari ini. Orangtua dan keluarga yang bijaksana ialah mereka yang memberikan kebebasan kepada anak-anaknya dalam menentukan masa depan mereka. Nah..sekarang giliran kamu…Yuk! Mari menjadi saksi dan misionarisnya Tuhan…
Tuhan Memberkati.
Sr. Ines Sinaga, M.C.

