Yesus yang bangkit adalah dasar pokok iman kita, namun sampai sekarang, hal ini masih banyak menimbulkan pertentangan dan masih banyak orang yang belum percaya. Tugas kita saat ini adalah menjadi saksi-saksi dari Yesus yang bangkit. Saksi, karena kita yakin dan percaya bahwa Yesus sengsara, wafat, bangkit dan hidup hingga saat ini.
Berikut adalah hal-hal yang menakjubkan sebagai bukti bahwa Yesus sungguh bangkit :
Batu penutup kubur yang terguling.
Menurut sejarah. Berat batu itu adalah 1,5 sampai 2 ton. Jika ingin menggulingkannya, tentu membutuhkan banyak orang. Maka batu yang tergeser atau terguling itu menunjukkan bahwa ada kuasa di luar manusia yang melakukannya. Pintu itu terbuka bukan supaya Yesus bisa keluar, tetapi supaya orang-orang bisa menyaksikan kebangkitan-Nya.
Jika ada yang mengatakan kalau para murid yang mencurinya, maka itu adalah sesuatu yang tidak mungkin karena saat itu mereka takut dan berkumpul di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci (Yoh. 20:19).
Selain itu, para murid adalah orang-orang Yahudi dan sangat terikat pada hukum-hukum Allah, adat istiadat serta upacara. Salah satu hukum upacara adalah mengenai menyentuh tubuh atau tulang orang mati. Siapa pun yang melakukan hal ini menjadi tercemar atau najis (Bilangan 19:11-12). Para murid harus memenuhi hukum upacara pentahiran bila memegang mayat Yesus.
Meterai Romawi.
Kubur tersebut dimeterai dengan meterai resmi Roma sehingga membuat tubuh Yesus adalah milik Romawi. Bagi siapa pun yang berani menyentuh atau merusaknya berada di bawah hukuman mati. Meterai tersebut merupakan tanda kepemilikan yang sangat penting bagi semua bangsa zaman kuno.
Dari penjelasan ini dapat dikatakan bahwa malaikat Tuhanlah yang merusak meterai dan menggulingkan batu yang sangat berat tersebut.
Kain Kafan dan kain peluh yang tergulung/tertata rapi.
Jika Yesus dicuri, apakah mungkin pencuri akan menggulung rapi kain-kain itu ?
Dengan tergulung rapinya kain-kain itu, berarti Yesus suah tidak membutuhkannya lagi.
Petrus dan Yohanes masuk ke dalam kubur dan melihat kain kafan masih di situ, tetapi tubuh-Nya tidak ada. Kain kafan yang membungkusnya terletak di tempat-Nya, tampak dalam bentuk asli, masih tidak terbuka. Siapa yang bisa mengambil tubuh keluar dari kain tersebut? Dan mengapa meninggalkan kainnya? Mukjizat kebangkitan adalah jawaban atas kain kafan yang kosong. Ini adalah “bukti lain yang bisa dipercayai” (Yohanes 20:6).
Hal yang ganjil adalah bahwa kain peluh yang dipakai untuk menutupi muka Tuhan Yesus, terlipat di suatu tempat dengan sendirinya. Ada seseorang yang telah merapikannya. Mustahil penjaga, dan para murid yang melakukannya. Ini membuktikan kebangkitan-Nya (Yohanes 20:7).
Para Saksi Yang Bertemu Dengan Tuhan Yesus Kristus
Mereka inilah yang berjumpa dengan Yesus sesudah kebangkitan-Nya:
- Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Salome (Markus 16:9; Yohanes 20:11-18); Petrus (Matius 28:9; Markus 16:7; Lukas 24:1);
- Yakobus (1 Korintus 15:7);
- Para murid tanpa kehadiran Tomas (Yohanes 20:19-23);
- Para murid dan Tomas (Yohanes 20:24-29);
- Dua orang ke Emaus (Markus 16:12-13; Lukas 24:13-35);
- Lima ratus orang murid (1 Korintus 15:6).
Sedangkan mereka ini berjumpa dengan Yesus yang telah naik ke Surga:
- Stefanus (Kisah Para Rasul 7:54);
- Paulus (Kisah Para Rasul 9:1-7; 22:9; 26:16-18; 1 Korintus 15:8; Galatia 1:11-18);
- Yohanes Murid Yesus (Wahyu 1:7,10-16).
Jika kita beranalogi seolah-olah berada dalam suatu persidangan, bukti-bukti tadi menunjukkan suatu kebenaran yang mutlak karena telah disaksikan oleh banyak orang. Demi kesaksian dan bukti-bukti kebangkitan Yesus, mereka semua rela mati dan tetap teguh pada pendirian mereka, pada kebenaran yang mereka lihat.
Maka seperti yang dikatakan oleh Santo Paulus, jika Tuhan tidak bangkit maka sia-sialah iman kita.

