Usia medior dalam hidup religius sama dengan usia paruh baya, dan biasanya di usia ini para suster memiliki tanggung jawab di tempat karya, baik sebagai pemimpin komunitas maupun penanggung jawab karya, sehingga ini memiliki banyak kesibukan.

Pada tanggal 28 – 30 November, sebanyak 17 orang suster medior dari hampir semua komunitas MC di Indonesia, berkumpul di rumah novisiat – Madiun. Selama 3 hari mereka sejenak meninggalkan rutinitas dan kesibukan di tempat karya untuk penyegaran jiwa dan hati, dalam kegiatan Ongoing Formation (OGF). Rumah novisiat dipilih sebagai tempat berkumpul karena di rumah inilah para suster dibentuk untuk menjadi seorang Misionaris Claris. OGF tahun ini mengambil tema “Sopan santun, Kejujuran, dan Ketaatan: Masih Setiakah Saya?” Tema ini dipilih, karena pada tahun 2025 ini para suster MC Indonesia sedang mendalami salah satu dimensi formasi dalam hidup religius, yakni dimensi manusiawi, sedangkan sopan santun, kejujuran dan ketaatan merupakan hal yang sangat mendasar dalam hidup religius. Kegiatan OGF dikemas dengan sangat menarik dan menyenangkan.

Sesi pertama

Pada sesi yang pertama ini kami diajak untuk belajar mengenali tanda-tanda menopause, sekaligus mempersiapkan diri untuk menghadapi masa ini. Karena usia manusia itu setiap tahunnya bertambah dan tentunya akan mengalami masa menopause. Di masa ini biasanya seseorang akan mengalami perubahan hormon, dan hal ini akan dapat mempengaruhi banyak aspek, yakni fisik, emosional, dan kesehatan. Biarawati juga manusia, maka tentu harus mempersiapkan diri.

Sesi kedua

Sesi kedua ini berbicara tentang masalah kesehatan. Namun sebelum memasuki tema yang kedua, kami diberi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan yang dibantu oleh petugas medis dari Rumah Sakit Santa Clara, Madiun.  Pemeriksaan dimulai dari tekanan darah, kadar gula darah, juga pemberian vaksin influenza. Sesi kedua yang dipandu oleh dokter Ita dan dokter gigi Didin, mengajak kami semua untuk hidup sehat terutama sebagai religius wanita di usia paruh baya. Hidup sehat sebenarnya tidak sulit, asal saja kita tekun dan setia dalam berolahraga setidaknya 4 kali dalam seminggu minimal 30 menit, membiasakan makan makanan sehat (rendah karbohidrat, rendah lemak, tinggi serat), minum cukup, mengelola stress, tidur cukup (minimal 6 jam, tidur berkualitas), mengurangi gula dan garam, menjaga kebersihan, rutin memeriksakan kesehatan (untuk mendeteksi dini penyakit), serta vaksinasi. Sebagai biarawati, hidup sehat itu penting. Kami diajak pula menyadari bahwa meski tampaknya remeh, namun betapa penting menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai seorang misionaris yang berelasi dengan banyak orang.

Sesi ketiga

Kali ini kami semua diajak untuk merenungkan kembali pentingnya kesopanan baik di dalam seperti juga di luar biara. Sopan santun tidak hanya berlaku di dunia nyata namun juga berlaku di dunia maya atau media sosial.

Malam harinya, kami rekreasi bersama di halaman. Selain bernyanyi dan bermain bersama, kami secara bergantian dari masing-masing angkatan berbagi kisah tentang masa-masa di novisiat. Ada peristiwa sedih, lucu, konyol, menyenangkan, dan itu membuat kami semua tertawa. Namun kelucuan dan kekonyolan yang dialami saat masa novisiat, ternyata membuat kami masih setia hingga saat ini. Malam ini berakhir dengan penuh sukacita dan kegembiraan, terlebih karena kami masing-masing mendapatkan hadiah.

Sesi keempat

Pada sesi ini, melalui permainan dan simulasi yang menyenangkan, kami diajak untuk merefleksikan; masih setiakah saya dengan panggilan meski berada di tengah kesibukan tugas dan tanggung jawab di tempat karya, dan di usia paruh baya.

Sesi kelima

Tidak kalah seru, di sesi ini kami belajar tentang kesopanan di meja makan. Sebagai seorang misionaris, penting untuk tahu bagaimana sikap ketika sedang mengikuti jamuan makan resmi. Maka, pada sesi ini kami mendapatkan pelajaran tentang Table Manner ala Eropa dan Amerika. Tidak hanya teori, namun kami mempraktekkannya juga saat makan malam.

Untuk mengakhiri dan melengkapi momen perjumpaan sebelum akhirnya kembali ke komunitas masing-masing, tanggal 1 Desember kami piknik bersama. Tentu saja kami sangat menikmati momen ini dan berakhirlah kegiatan OGF tahun ini.

Semoga kami semakin disegarkan dan dikuatkan serta tetap setia dalam menanggapi panggilan Tuhan sebagai seorang Misionaris Claris.

 

Sr. Yosefina Catur, M.C.

Tambahkan Komentar Anda