Sore itu, Rabu, 18 Maret 2026, sekitar Pk.16.00 tampak beda terjadi di Sekolah Santa Clara Surabaya. Banyak orang berpakaian busana muslim dengan wajah yang ceria masuk ke halaman sekolah.  Mereka adalah para mitra kerja Yayasan Puspita Kencana yang terdiri dari para guru, petugas keamanan, cleaning service, sopir dan tenaga kependidikan lainnya, yang datang untuk berbuka puasa bersama. Acara ini diadakan sebagai wujud nyata kebersamaan dan toleransi yang diterapkan di Yayasan pendidikan Katolik ini. Hadir pula dalam acara Ibu Nus Siti Kuntari yang biasa dipanggil Bu Nus dan Ibu Sri Rahayu Prihatin yang biasa dipanggil Bu Rahayu. Mereka adalah para pahlawan tanpa tanda jasa yang sudah purna tugas beberapa waktu lalu.

Acara berbuka puasa kali ini dirancang dengan lebih istimewa dari biasanya. Kali ini dalam rangka acara 75 tahun Kongregasi Misionaris Claris dari Sakramen Mahakudus, Tahun Yubileum Inesian, acara berbuka puasa diadakan di Aula Maria Ines SMP Santa Clara. Di sana sudah disiapkan meja dan kursi, 1 meja terdiri dari 8 kursi, dan para suster duduk di antara para mitra kerja, makan dan berbincang bersama mereka dan keluarganya, menjalin keakraban.

Sungguh manis buah kurma

Manis lagi kue bolu pandan

Kita di sini berbuka puasa berama

Jalin silaturahmi di Bulan Ramadhan

Demikianlah pantun pembuka yang disampaikan oleh Ibu Desiana Fidyanti Setiawan yang biasa dipanggil dengan Mam Desi yang memeriahkan acara ini sebagai pembawa acara. Sr. Maria Lordes Uran, M.C., selaku Ketua Yayasan, membuka kebersamaan ini dengan berkata, “Kita semua adalah penting di tempat tugas kita masing-masing. Hal ini ini terbukti jika ada salah satu yang minta ijin, maka para koordinator akan susah mencari penggantinya. Jadi marilah kita bekerja sesuai dengan tugas kita masing-masing dengan sungguh-sungguh.” Sr. Maria juga mengucapkan terima kasih kepada para mitra kerja, karena meskipun berbeda keyakinan namun tetap semangat melayani di Sekolah Santa Clara.

Selanjutnya, Ibu Rahayu dan Ibu Nus memberikan kesaksian selama bertugas di Yayasan Puspita Kencana sampai purna tugasnya. Dalam kesaksiannya Ibu Rahayu  berkata, “Saya sungguh sangat bersyukur bisa bekerja di Yayasan Puspita Kencana ini karena suasana kebersamaan yang saya rasakan dan yang belum tentu saya dapatkan apabila saya bekerja di tempat yang lain. Kerja sama dengan mitra kerja yang lain terasa enak, semua dengan ringan tangan mau membantu, sehingga membuat kerasan.” Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ibu Nus. “Kesetiaan” itulah yang ditekankan oleh Ibu Nus. Bu Nus memberi semangat kepada para mitra kerja yang masih aktif untuk setia bekerja dengan hati dan setia. Dan Ibu Desi selaku tenaga pendidik yang masih aktif di Sekolah Santa Clara menambahkah, “Bekerja dengan hati akan membuat senang dan bisa selalu bersyukur. Posisi kita sekarang saat ini juga dirindukan oleh banyak orang di luar sana yang belum mendapat pekerjaan. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita bersyukur atas pekerjaan kita saat ini. Semua yang kita lakukan dengan hati dan kebaikan pasti akan mendapat balasan dari Tuhan lewat orang-orang di sekitar kita.”’

Tibalah saat yang ditunggu, Adzan Maghrib berkumandang,  berbuka puasa pun dimulai. Para suster dengan sigap membagikan menu pertama untuk mereka yaitu buah kurma, air putih dan minuman segar berupa es buah. Setelah itu mereka mengambil makanan yang telah disiapkan secara khusus bagi mereka. Suasana yang penuh keakraban ini semakin meriah dengan diadakannya kuis bagi anak-anak dan orang dewasa, di mana setelah berhasil menjawab, tentu saja hadiah berhak mereka bawa pulang.

 

Tak terasa waktu berlalu, dan tibalah saatnya kembali ke keluarga membagikan momen indah ini kepada orang lain. Membawa semangat persaudaraan kepada semua orang orang, menjalin persahabatan dengan siapa saja. Sebelum pulang, para suster membagikan bingkisan kepada mereka sebagai tanda syukur, terima kasih dan ucapan Selamat Idul Fitri. Kegiatan ini bukan hanya sebagai acara yang rutin, namun juga sebagai sarana menjalin relasi yang lebih dekat dengan para mitra kerja dan keluarga serta menumbuhkan semangat saling menghargai serta menghormati dalam hidup bersama  lintas iman.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin

Sr. Andrea Venty, M.C.

1 Comment

  • Posted March 20, 2026 9:42 am
    by
    Desiana

    Luar biasa… Terima kasih para Suster MC.

Tambahkan Komentar Anda