Kongregasi suster Misionaris Claris dari Sakramen Mahakudus, merupakan suatu kongregasi yang kontemplatif dalam aksi dan aktif dalam kontemplasi, didirikan oleh Beata Maria Ines Teresa dan mendapatkan pengesahan apostolik dari Tahta Suci pada tanggal 22 Juni 1951. Tahun 2026 ini, 75 tahun setelahnya, merupakan tahun yang penuh syukur dan sukacita bagi Kongregasi Misionaris Claris serta Keluarga Inesian, karena melalui dekrit yang dikeluarkan oleh Penitensiari Apostolik pada 1 Januari 2026, Tahta Suci dengan murah hati menganugerahkan Indulgensi Penuh bagi para suster Misionaris Claris dari Sakramen Mahakudus, imam Misionaris Kristus untuk Gereja Universal, semua anggota Keluarga Inesian, dan semua umat beriman yang digerakkan oleh semangat pertobatan dan cinta kasih sejati.
Rahmat yang luar biasa ini tentu tidak hanya disimpan sendiri oleh para suster Misionaris Claris, namun warta sukacita ini dibagikan kepada banyak orang dan tentu saja juga disambut dengan sangat antusias oleh seluruh Keluarga Inesian dan semua umat beriman. Beragam kegiatan dan aktivitas rohani dilakukan di komunitas-komunitas para suster Misionaris Claris, di tempat-tempat karya kerasulan, bahkan juga di paroki-paroki di mana para suster Misionaris Claris berkarya.
Mulai bulan Februari ini, komunitas-komunitas suster Misionaris Claris di Indonesia mengawali Tahun Yubileum Inesian ini dengan Misa Kudus. Imam dan umat menyambut dengan sukacita saat yang penuh rahmat ini.
Di kapel Rumah Regional Misionaris Claris di Surabaya, Misa pembukaan Tahun Yubileum Inesian dipersembahkan oleh Romo Fransiskus Yance Sengga, Sekretaris Komisi Liturgi KWI. Romo membacakan Dekrit Indulgensi Penuh pada saat homili dan menghimbau umat Allah agar memanfaatkan sebaik mungkin masa berahmat ini dengan berziarah ke kapel-kapel suster Misionaris Claris dan mengikuti Misa Kudus yang akan dirayakan setiap bulan dalam rangka perayaan ini.
Romo Alex, CM. membuka perayaan Tahun Yubileum di komunitas Biliton dan Rumah Sakit Santa Clara, Madiun. Dalam homilinya beliau mengatakan, “Tahun Yubileum merupakan tahun sukacita yang penuh histori, merupakan tahun pembebasan, dan dapat dimaknai pula sebagai kesempatan untuk memperoleh peringanan keterikatan dosa dengan memperoleh indulgensi, melalui sakramen tobat, Ekaristi dan doa yang telah ditetapkan.“
Para suster MC di komunitas Ngawi, membuka perayaan Yubileum dengan Misa Kudus di hall Klinik Pratama Santa Maria Guadalupe bersama umat dan mitra kerja. Romo Sebastianus Joko Purnomo mengatakan dalam homilinya, “Tujuan doa adalah menjalin relasi dengan Tuhan sebagai BAPA yang sangat memperhatikan setiap anak-Nya. Dalam berdoa kita harus memperhatikan, bahwa doa yang benar itu bukan untaian kata-kata indah dan puitis, bukan pula yang panjang rumusannya. Doa harus keluar dari kedalaman hati dan jiwa yang sadar bahwa dia dicintai oleh Tuhan. Dalam kaitannya dengan Tahun Yubileum yang dianugerahkan kepada Suster MC, semoga perayaan 75 tahun bukan hanya perayaan angka, tetapi kesempatan bagi kita untuk memperdalam hidup doa dan melakukan pertobatan.”

Hal yang senada juga disampaikan oleh Romo Patris Suryadi pada saat Misa pembukaan Tahun Yubileum di kapel suster MC komunitas Ruteng. Romo mengatakan, “Tahun Yubileum ini adalah undangan Gereja yang sangat indah. Namun, agar kita tidak berhenti pada semangat devosional semata, kita perlu memahami makna rohaninya secara lebih mendalam. Indulgensi bukanlah sekadar “penghapusan dosa”. Indulgensi adalah rahmat Gereja yang menghapus hukuman temporal akibat dosa yang dosanya sendiri telah diampuni. Dengan kata lain, indulgensi menyentuh proses pemulihan batin manusia, penyembuhan luka-luka rohani akibat dosa. Ini adalah wujud belas kasih Allah yang bekerja melalui Gereja-Nya, yang menuntun kita menuju kepenuhan pemurnian dan kekudusan.” Romo mengajak segenap umat yang hadir untuk menanggapi tahun rahmat ini dengan berpuasa, berdoa, dan melakukan olah rohani lainnya.
Sementara di Wudu, Romo Eduardus Ebu, SVD, romo Paroki Hati Tersuci Santa Maria, Wudu, mengatakan dalam homili Misa pembukaan Tahun Yubileum kepada umat yang hadir bahwa; “Tahun Yubileum ada yang bersifat umum dan khusus. Pada tahun ini merupakan perayaan khusus bagi para suster Misionaris Claris dan juga bagi kita semua umat beriman. Ini menjadi kesempatan berahmat bagi Keluarga Inesian dan seluruh umat yang ikut perayaan yubileum untuk mendapatkan Indulgensi.”
Romo F.X. Kresna Handoyo, romo kepala paroki Roh Kudus, Kebonarum, di hadapan Dewan Paroki pada saat pertemuan Pleno, menyambut dengan sangat antusias dan sukacita rahmat Tahun Yubileum Inesian ini. Romo mengajak seluruh umat untuk bersyukur karena setelah tahun 2025 kita semua merayakan Tahun Yubileum, tahun ini masih diperpanjang dengan Tahun Yubileum Inesian. Romo juga mengajak umat menggunakan kesempatan memperoleh Indulgensi di tahun ini dengan olah rohani dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan.
Para anggota Van Clar dan segenap umat yang mengikuti Misa di kapel para suster MC, bersyukur karena dapat ikut mengalami sukacita dan menjadi bagian dari Keluarga Inesian. Selain itu banyak juga umat yang ingin menggunakan kesempatan ini untuk semakin mengenal Kongregasi Misionaris Claris dengan mengunjungi komunitas-komunitas yang ada di Indonesia, selain tentu saja untuk berdoa memohon rahmat indulgensi.
Semoga rahmat Tahun Yubileum Inesian menjadi sarana untuk membawa kita semua dan semakin banyak orang pada pertobatan dan sukacita rohani.
Sr. Yosefine Catur, M.C.



